
Kebijakan BRI Liga 1 2024/2025 yang mewajibkan setiap klub menurunkan pemain U-22 dalam setiap laga telah menunjukkan dampak positif. Hingga pekan ke-27, sebanyak 140 pemain U-22 terdaftar dalam susunan pemain, memberikan energi positif bagi sepak bola Indonesia.
Musim ini, 48 pemain muda U-22 melakukan debut di BRI Liga 1. Zidan Arrosyid dari PSS Sleman menjadi yang termuda, berusia 17 tahun, 10 bulan, dan 21 hari. Husna Al Malik Riwani Saputra dari Persik Kediri menjadi kiper muda dengan menit bermain tertinggi. Selanjutnya, Daffa Fasya dari Borneo FC juga menunjukkan performa impresif.
Di posisi bertahan, Kakang Rudianto dari Persib Bandung dan Achmad Maulana Syarif dari Arema FC menjadi yang paling sering tampil. Di lini tengah, Arkhan Fikri, I Made Tito, dan Rivaldo Enero menonjol. Selanjutnya, Althaf Indie Alrizky, Muhammad Arham, dan Toni Firmansyah menjadi penyerang muda yang paling banyak bermain.
Arkhan Fikri, Toni Firmansyah, dan Kadek Arel sering dipanggil ke Timnas Indonesia kategori usia. Selanjutnya, mereka terus menunjukkan potensi besar. Rahmat Arjuna dari Bali United juga menunjukkan performa menjanjikan dengan 24 penampilan dan lima gol.
Dede Sulaiman menilai pemain muda BRI Liga 1 menjanjikan, tetapi butuh jam terbang untuk menjadi lebih berbahaya.Selanjutnya, mereka perlu terus berlatih. Regulasi pemain U-22 dinilai positif dalam meningkatkan kualitas sepak bola domestik.