
BRI Liga 1, liga sepak bola tertinggi di Indonesia, telah mengalami peningkatan peringkat di AFC. Dari posisi ke-28 pada tahun 2024, kini BRI Liga 1 berada di peringkat ke-25 di Asia dan ke-5 di ASEAN, mengalahkan Filipina.
Meskipun kenaikan peringkat ini patut diapresiasi, Indonesia masih belum memiliki wakil yang langsung tampil di Liga Champions Asia Elite. Wakil Indonesia hanya bisa berpartisipasi melalui playoff untuk Liga Champions Asia Two, berbeda dengan Persib Bandung yang lolos langsung ke kompetisi tersebut musim ini.
Pengamat sepak bola Yusuf Kurniawan menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan “diplomat” di tingkat kontinen, yakni klub-klub yang stabil dan konsisten. Dalam lima musim terakhir, wakil Indonesia sering kali terhenti di tahap kedua kompetisi Asia, sehingga peringkat Indonesia sulit untuk meningkat.

“Tanda-tandanya sudah positif. Juara liga kini tidak lagi berganti setiap tahun. Bali United berhasil menjadi juara berturut-turut, dan sekarang Persib memiliki potensi untuk meraih gelar juara berturut-turut juga,” ujar Yusuf.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mendorong klub-klub Indonesia untuk lebih agresif di kancah Asia. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas kompetisi, termasuk penerapan VAR di BRI Liga 1 2024/2025 yang telah memberikan dampak positif.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kualitas liga kita agar levelnya naik di Asia dan ASEAN. Kami harus menjadi yang terbaik di Asia Tenggara,” ungkap Erick.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, menyambut baik kenaikan peringkat ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas liga. “Hasil ini menunjukkan bahwa apa yang kami lakukan telah membuahkan hasil, dan kami akan terus berproses,” kata Ferry.
PSSI dan LIB harus bersinergi untuk mempersiapkan klub-klub Indonesia agar lebih siap menghadapi kompetisi di Asia. Klub yang menjuarai BRI Liga 1 2024/2025 harus dibekali dengan modal yang cukup agar dapat menjadi “diplomat” Indonesia di kompetisi Asia.