
Pitch News – Newcastle mengalahkan Liverpool di final EFL Cup di Stadion Wembley. Kemenangan ini menjadi trofi besar pertama bagi klub sejak terakhir kali meraih gelar di ajang Fairs Cup pada tahun 1969.
Saat peluit panjang berbunyi, suasana di tribun pendukung Newcastle langsung meledak dengan teriakan dan selebrasi. Namun, di beberapa sudut, terdapat keheningan yang mencolok—bukan karena kesedihan, tetapi karena kebingungan yang mendalam. Banyak suporter yang tampak masih sulit percaya bahwa hari bersejarah ini akhirnya tiba setelah bertahun-tahun menanti tanpa kepastian.
Lebih lanjut, bagi sebagian besar fans Newcastle yang hadir di Wembley, momen ini benar-benar bersejarah. Bahkan, Alan Shearer, pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub, belum lahir ketika Newcastle terakhir kali memenangkan trofi pada tahun 1969. Oleh karena itu, lebih dari setengah abad tanpa gelar akhirnya terbayar dengan kemenangan yang begitu manis.
Menang dengan Performa Gemilang
Memang, cara sebuah tim memenangkan final tidak selalu menjadi hal yang utama. Akan tetapi, Newcastle menunjukkan performa luar biasa dalam pertandingan ini. Eddie Howe, Alexander Isak yang mencetak gol kemenangan, serta Dan Burn—pencetak gol pembuka sekaligus peraih penghargaan Man of the Match—kini resmi menjadi legenda klub.
Sejak menit awal, Newcastle tampil lebih dominan dibandingkan Liverpool. Mereka bermain agresif, penuh semangat, dan menunjukkan tekad yang jauh lebih besar untuk menang. Meskipun dalam beberapa menit terakhir Liverpool sempat memberikan tekanan, Newcastle tetap mampu mengendalikan permainan. Bahkan, setelah Burn mencetak gol pembuka, mereka tampak semakin percaya diri untuk mengamankan kemenangan.
Menariknya, gol tersebut merupakan gol pertama Newcastle di final turnamen sejak tahun 1976, ketika Alan Gowling mencetak gol di final EFL Cup—meski saat itu Newcastle kalah. Lebih dari itu, fakta bahwa Gowling merayakan ulang tahunnya yang ke-76 hari ini semakin menunjukkan betapa panjangnya penantian Newcastle untuk kembali meraih gelar.
Selain itu, Dan Burn, yang mencetak gol pembuka, mengungkapkan perasaannya kepada Sky Sports:
“Saya tidak ingin tidur karena rasanya seperti sedang bermimpi”
Tak hanya itu, momen spesial Burn berlanjut dengan panggilannya ke tim nasional Inggris, di mana ia akan bergabung dalam skuad pertama yang dipimpin oleh Thomas Tuchel. Dengan demikian, kebahagiaannya semakin lengkap dalam 24 jam yang luar biasa ini.
Dominasi Newcastle dalam Statistik
Lebih penting lagi, Newcastle tidak hanya menang, tetapi mereka juga menunjukkan dominasi dalam statistik pertandingan. Mereka mencatatkan 17 tembakan dibandingkan Liverpool yang hanya tujuh. Selain itu, dengan gaya permainan yang banyak menggunakan umpan panjang, Newcastle juga unggul dalam duel udara (17 berbanding delapan), serta mencatatkan lebih banyak tekel (23 berbanding 17) dan intersepsi (tujuh berbanding tiga).
Secara keseluruhan, kemenangan ini mencerminkan filosofi permainan Eddie Howe—agresif, eksplosif, dan efektif. Setelah bertahun-tahun menjadi klub yang nyaris meraih kejayaan, akhirnya Newcastle bisa merasakan manisnya sebuah trofi. Oleh sebab itu, mereka kini tidak lagi hanya menjadi “klub besar yang belum juara,” tetapi benar-benar telah menuliskan sejarah baru di sepak bola Inggris.
One Comment
[…] BACA JUGA: Newcastle Akhiri Penantian 56 Tahun dengan Gelar EFL Cup […]